W.A.I.T — bukan sekadar jeda dalam waktu, melainkan persimpangan takdir dari empat jiwa kami yang melebur jadi satu. Wina, Asido, Ian, Tika.
Karya kami adalah medium kontemplasi bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Layaknya narasi dalam debut kami, “Beautiful Lie”, kami menelanjangi kepalsuan dunia—mengoyak topeng sang pangeran dan ratu yang tersenyum semu di atas singgasana dusta.
Lewat lagu ini, kami memanggilmu yang sedang mencari cahaya di ruang gelap, menanti untuk direngkuh dari puing-puing kehancuran.
Kami hadir sebagai penyeru di tengah pekatnya kegelapan, merapal mantra penawar luka bagiku dan bagimu: “Mala finientur. Bona mox nascentur.” Bahwa setiap keburukan akan menemui ajalnya, dan kebaikan akan segera merekah.
Kami bukan sekadar barisan pemusik. Kami adalah puisi yang dibakar oleh nada; kepingan prasa yang kami ukir bersama menjadi mahakarya. Kami adalah W.A.I.T.