W.A.I.T Official Website

W.A.I.T JOURNAL

Sebuah tulisan dari kami untukmu

W.A.I.T Resmi Membuka Babak Panggungnya Lewat “Seremonial Kuantum” di CRSL Land Yogyakarta

Yogyakarta, Oktober 2026 — W.A.I.T akhirnya membawa musik mereka dari rilisan digital ke atas panggung. Pada 3 Oktober 2026, band yang beranggotakan Mustika Kamal, Daniel Asido, Ian Anatha, dan Winaldy Senna itu menjalani penampilan perdana mereka di CRSL Land, Yogyakarta, lewat sebuah set bertajuk “Seremonial Kuantum.”

Alih-alih memperlakukan penampilan pertama sebagai sekadar perkenalan, W.A.I.T datang dengan format pertunjukan penuh. Musik, visual panggung, koreografi, hingga susunan personel tambahan dirancang sebagai satu kesatuan untuk menerjemahkan karakter W.A.I.T ke dalam format live.

Dalam set tersebut, W.A.I.T membawakan empat lagu yang telah dirilis, sekaligus memperkenalkan dua materi baru yang belum dirilis. Kehadiran dua lagu tersebut menjadi gambaran awal mengenai arah musikal yang sedang mereka siapkan setelah rangkaian rilisan sebelumnya.

Panggung “Seremonial Kuantum” juga diperkuat oleh dancer yang menjadi bagian dari keseluruhan presentasi visual W.A.I.T. Elemen koreografi digunakan bukan hanya sebagai pemanis panggung, tetapi sebagai bagian dari dinamika pertunjukan dan perubahan atmosfer antar lagu.

Untuk memperluas karakter ritmis dalam format live, W.A.I.T turut menghadirkan Nuno Bukir sebagai additional percussionist. Kehadiran perkusi memberikan lapisan tambahan di luar format dasar band, terutama pada bagian-bagian yang membutuhkan tekstur ritmis dan energi panggung yang lebih besar.

Sementara itu, lini bass pada penampilan ini dimainkan oleh Wisnu Ikhsantama. Wisnu sebelumnya juga terlibat dalam produksi W.A.I.T, termasuk mengisi bass dan menjalankan peran sebagai vocal director pada single “Die 4 Me”. Di CRSL Land, keterlibatannya berlanjut ke format live dan menjadi bagian dari formasi panggung “Seremonial Kuantum”.

Dengan dancer, additional percussion, sistem live elektronik, dan materi yang dirancang untuk panggung, W.A.I.T menunjukkan bahwa pendekatan mereka terhadap pertunjukan tidak berhenti pada memainkan ulang versi rekaman.

Nama “Seremonial Kuantum” dipilih untuk menandai momen pertama tersebut—sebuah titik ketika materi yang sebelumnya hidup di studio mulai berpindah bentuk menjadi pengalaman panggung.

Penampilan di CRSL Land juga menjadi kesempatan pertama bagi W.A.I.T untuk memperlihatkan bagaimana katalog mereka bekerja sebagai satu rangkaian live. Empat lagu yang telah dikenal pendengar ditempatkan berdampingan dengan dua materi yang belum dirilis, memberi sedikit petunjuk mengenai fase berikutnya yang sedang mereka bangun.

Bagi W.A.I.T, panggung perdana ini menjadi awal dari identitas live yang ingin mereka kembangkan: bukan hanya sebuah band yang memainkan lagu, tetapi sebuah pertunjukan yang dirancang sebagai satu pengalaman utuh.

Share This Post On:

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X
Threads
Leave a Reply